Manhaj Aqidah dalam Dakwah

29 01 2009

Kami mendapati Ikhwan meletakkan perhatian demikian besar dalam membangun aqidah pada diri anggotanya. Hingga manusia bebas dari penghambaan selain Allah. Sehingga jiwa para lelaki, wanita, dan anak-anak mereka, setiap waktu siang dan malam selalu menyerukan tidak ada ketundukan mutlak kecuali kepada Allah, tidak ada taat kepada makhluk dalam berma’shiat kepada al-Khaliq, tidak ada takut kecuali kepada Allah swt., dan tidak ada keutamaan kecuali dari sisi Allah swt.

“Katakanlah, “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu..” (QS. Al-An’am: 164)

“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan padamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan padamul maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS. al-An’am: 17)

“Katakanlah, “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan…’ (QS. al-An’am: 14)

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) selain Allah…?” (QS. az-Zumar: 36)

Permusuhan antara thagut dan aqidah Islamiyah merupakan sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu. Karenanya, penguasa diktatorlah yang paling sensitif merasakan bahaya aqidah ini, disebabkan kediktatorannya. Ibrahim ‘alaihissalam dipanggil oleh Namrud dengan kesombongan kekuasaannya. Kemudian terjadi dialog antara Ibrahim dan raja sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an.

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, ‘Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,’ orang itu berkata, ‘Saya dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berakta, ‘Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari Barat.’ Lalu heran dan terdiamlah orang kafir itu, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. al-Baqarah: 258)

Raja dikalahkan ketika Ibrahim memasukkan aqidah Islam dalam dialog. Ia kehilangan akal dan tak tersisa dalam benaknya kecuali rasa khawatir dan takut. Akhirnya, ia perintahkan untuk membakar pejuang aqidah ini, dengan harapan agar aqidahnya turut terbakar bersama Ibrahim ‘alaihissalam, dan seterusnya ia dapat merasa tenang tanpa ada hambatan yang menghalangi kediktatorannya.

“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah tidak mampu memberikan rizki kepadamu, maka mintalah rizki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-
Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. al-Ankabut: l7)

“Maka tidak ada jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan, “Bunuhlah atau bakarlah dia,” lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al- Angkabut: 24-25)

Demikianlah sisi perhatian Ikhwan terhadap aqidah secara umum. Adapun dalam masalah manhaj, Ikhwan tidak keluar dari apa yang dilakukan salafushalih radhiallahu’anhum:

Yang Terkait dengan Masalah Bid’ah

DALAM prinsip ke sebelas, Syaikh Hasan al-Banna rahimahullah mengatakan:
“Semua bid’ah dalam agama Allah yang tidak mempunyai landasan, tapi hanya dianggap baik oleh manusia dengan hawa nafsu mereka, baik dalam hal menambah atau mengurangi ajaran Islam, adalah sesat yang wajib diperangi dan dilenyapkan dengan cara yang paling baik serta tidak justeru menimbulkan keburukan yang lebih besar dari sebelumnya.”

Perang terhadap bid’ah telah dijelaskan landasan umumnya oleh Sa’id Hawwa rahimahullah:
“Bid’ah yang telah disepakati para fuqaha atas keharamannnya adalah sesatu yang harus diperangi dan dilenyapkan. Akan tetapi, kita mempunyai landasan umum syari’at yang harus dipelihara, yaitu: Upaya merubah suatu kemungkaran bila mengakibatkan munculnya kemungkaran yang lebih besar dari kemungkaran yang pertama, maka harus mencari cara lain untuk merubahnya atau bahkan diam.”

“Karena itu, Ibnu Taimiyyah rahimahullah tidak mengizinkan murid-muridnya melarang pasukan Tatar meminum minuman keras. Sebab bila mereka mabuk, dan tertidur, berarti kejahatan mereka akan lebih sedikit terhadap kaum muslimin. Tapi bila mereka sadar, dan tidak mempunyai kesibukan, mereka akan merampas harta benda kaum muslimin atau membunuh mereka.

Manhaj Ikhwan Terhadap Asma dan Sifat

Ustadz Hasan al-Banna menegaskan manhaj tersebut:
Pertama, bahwa asma Allah dan sifat-sifat-Nya adalah tauqifiyah (di luar arena ijtihad). Beliau mengatakan:

“Ketahuilah bahwa mayoritas kaum muslimin sepakat bahwa tidak dibenarkan menyebutkan nama dan sifat atas Allah swt. yang tidak disebutkan secara syara’. Meskipun nama tersebut dianggap mengandung kesempurnaan.

“Tidak dibenarkan seseorang mengatakan ‘Insinyur Alam yang mahaagung’, atau “Direktur Utama seluruh makhluq” dan sebagainya. Asma dan sifat Allah harus berdasarkan istilah yang disebutkan  oleh-Nya. Akan tetapi bila perkataan disebutkan untuk tujuan menjelaskan sifat Allah dan mendekatkan pemahaman, itu dibolehkan. Meskipun yang lebih utama adalah tidak melakukannya, disebabkan penghormatan kepada Allah swt. “

Kedua, Tentang kelompok-kelompok dalam masalah asma dan sifat-sifat Allah, Syaikh al-Banna
menyebutkan:
“Dalam hal ini, manusia terbagi dalam empat kelompok:

Kelompok pertama.
Kelompok yang memahaminya secara tekstual apa adanya, dan menisbatkan wajah Allah pada penggambaran wajah sebagaimana ciptaan-Nya, tangan sebagaimana tangan mereka, tertawa  sebagaimana tertawanya mereka, dan seterusnya, hingga menganggap Tuhan sebagai seorang tua, dan ada pula yang menggambarkannya sebagai pemuda. Mereka, kelompok mujassimah (paham menjasadkan) dan musyabbihah (penyerupaan), sama sekali keluar dari aqidah Islam. Perkataan mereka sedikitpun tidak mengandung kebenaran.

Kesesatan mereka cukup dijelaskan oleh firman Allah swt. :
“Tidak ada yang menyerupainya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. asy-Syuraa: 11)

“Katakanlah: “Allah itu Esa. Allah tempat meminta. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak sesuatupun yang menyerupai- Nya.” (QS. al-Ikhlash: 1-3)

Kelompok Kedua.

Kelompok yang meniadakan arti lafadz-lafadz tersebut, dengan maksud menafikan petunjuknya secara mutlak dari Allah swt. Bagi mereka, Allah swt. tidak berkata-kata, tidak mendengar, tidak melihat dan sebagainya. Karena hal itu tak mungkin terjadi kecuali dilakukan oleh anggota tubuh Allah. Dan Allah swt. pasti tidak memiliki anggota tubuh. Karena alasan tersebut, mereka mengingkari sifat -sifat Allah swt., dan menampakkan kesucian-Nya.

Mereka adalah kelompok mu’atthilah (paham meniadakan), sebagian ulama tarikh menyebut mereka sebagai Kelompok Jahmiyah. Saya tidak mengira seseorang menerima logika perkataan yang simpang siur ini.

Kedua kelompok di atas adalah sesat, tidak ada gunanya untuk diperhatikan. Di hadapan kita tinggal tersisa dua pendapat yang menjadi perhatian para ulama aqidah sekaligus keduanya merupakan pendapat para salaf (ulama terdahulu) dan khalaf (belakangan).”

Singkatnya, setelah menyebutkan dua pendapat tersebut, al-Banna mengatakan:
“Kami yakin, bahwa pendapat salaf terhadap asma dan sifat Allah swt., baik sukut (tanpa komentar), ataupun tafwidh (menyerahkan hakikat artinya kepada Allah), adalah lebih benar dan lebih utama diikuti, untuk mencegah unsur-unsur ta’wil dan ta’thil. Bila Anda termasuk orang yang dikaruniai ketenangan iman, dan sejuknya keyakinan. Janganlah anda rela mengambil altematif lain selain hal ini.”

Sebagai tambahan apa yang kami kemukakan tentang perkataan Imam Hasan al-Banna rahimahullah kami sebutkan pula teks perkataan Ustadz Umar Tilmisani rahimahullah dalam masalah ini.

Beliau mengatakan:
“Ikhwanul Muslimin mengakui, Allah swt. menjadikan jin dan manusia supaya mengabdi kepada-Nya. Ibadah inilah yang menghantarkan mereka mengenal keagungan, ketinggian dan kekuasaan Allah swt. Dan berakhir pada ujung perjalanan dengan taubat dan kembali memohon ampunan kepada-Nya.

“Dan Aku tidak jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”’ (QS. adz-Dzariyat: 56)

“Karena sesungguhnya Dia-lah Yang Awal dan Akhir, Dzahir dan Bathin, segalanya berjalan atas kehendak-Nya. Semua perkara dikembalikan kepada-Nya. Kami lebih mencintai-Nya dari harta-anak-anak dan diri kami sendiri, dengan hati ikhlas dan ridha. Kami senantiasa berada dalam wilayah-Nya supaya senantiasa inngat. Pikiran dan hati tenang dan tentram. Jiwa kami berbahagia,
bergembira, dan ridha kepada-Nya.”

“Katakanlah, “Hanya dengan berdzikir kepada Allah sajalah hati menjadi tenang.” (QS. ar-Ra’d: 28)

Dengan berdzikir kepada-Nya, Ikhwanul Muslimin mengenali Allah. Mereka juga senantiasa bertaubat dalam setiap kesempatan. Dikatakan kepada Ibnu Abbas ra.: “Dengan apa anda mengenal Rabb-mu?”

Beliau menjawab: “Barangsiapa mencari agamanya dengan “qiyas” sepanjang masanya, ia akan selalu berada dalam kesamaran, dijalan yang bengkok dan akhimya keluar dari manhaj yang lurus. Aku mengenal Dia tentang diri-Nya menurut apa yang Dia sifatkan tentang diri-Nya.”

Demikianlah apa yang diyakini oleh Ikhwanul Muslimin, sebanding lurus dengan keyakinan para salaf.”

“Salafiyahnya Ikhwanul Muslimin nampak jelas dalam ma’rifat mereka terhadap kebenaran. Mereka membicarakan, mempertahankan, membela dan berkorban untuk kebenaran. Kaidah perdebatan dilakukan menurut pendekatan para salafushalih adalah dengan hikmah.

Cara demikian lebih baik karena lebih mendekatkan kepada fikiran manusia dan menarik jiwa mereka untuk menghampiri kebenaran. Selain itu, hal tersebut akan mendorong mereka taat setia kepada Allah
swt. Demikianlah cara dan gaya salafushalih mengenal Allah.”

“Tinggi rendahnya martabat seorang muslim diukur berdasarkan taqwa. Ukuran harapanya kepada Allah swt. menurut tinggi rendahnya ma’rifat kepada Allah Yang Maha Agung. Sejauh mana iman dan keyakinan kepada Allah, maka sejauh itulah kesungguhan mereka dalam melaksanakan taat beribadah.”

Maha Agung nama Rabb-mu yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.” (QS. ar-Rahman: 78)

“Manusia yang paling mengenal Allah swt. itulah yang paling cinta dan paling takut kepada Allah. “

Rasulullah saw. bersabda:
“Ketaqwaanku telah ditimbang dibanding dengan ummat, Lalu timbanganku lebih berat, kemudian ditimbanglah Abu Bakar, timbangannya lebih berat, kemudian ditimbanglan Umar dan timbangannyapun lebih berat. Setelah itu timbangan diangkat.”

Rasulullah s.a.w bersabda, “Demi Allah sesungguhnya akulah yang lebih takut kepada Allah daripada, kalian dan akulah yang paling taqwa kepada-Nya dari kalian.”

Sebagai salafiyun, Ikhwanul Muslimin beriman dengan asma’ul husna sebagaimana adanya. Beriman dengan sifat-sifat tersebut dalam al-Qur’an tanpa ta’wil. Mereka tidak menyamakan Allah swt. dengan sesuatu sebagaimana golongan mujassimin yang berpendapat bahwa Allah swt. mempunyai tangan dan mata seperti tangan dan mata kita. Maha suci Allah dari yang demikian.

“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia dan Dia-Iah Yang Maha Mendengar lagi
Maha Melihat.” (QS. asy-Syu’ara: 11)

“Kami berpendapat, Dia bertahta di atas Arsy sebagaimana yang dikatakan Imam Malik: “Bertahta Itu ma’qui (dipahami), dan caranya majhul (tidak diketahui), beriman kepadanya adalah wajib dan mempersoalkannya adalah bid’ah.

Kami salafiyyun dalam hal kerohanian dan tingkah laku kami. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah atsar yang maknanya:

“Akulah Allah. Tidak ada ilah selain Aku. Raja segala raja. Hati dan ubun para raja ada di tangan-Ku. Maka barang siapa yang taat kepada-Ku, Aku jadikan segenap hati para raja tumbuh rasa rahmat terhadap dirinya. Adapun yang berma’shiat kepada-Ku, akan Kujadikan siksa terhadap dirinya. Maka janganlah kalian susahkan diri dengan sebab raja-raja itu. Tetapi taubat dan taatlah kepada-Ku, supaya Aku jadikan mereka belas kasihan terhadap kalian.”

Kalaulah organisasi yang telah ditindas dan dizalimi Jamal Abbdul Nashir ini membalas, tentu akan menghabiskan waktu dan sibuk untuk mengutuk pemimpin Mesir yang zalim. Namun, Ikhwanul Muslimin tidak memperdulikan itu semua dan menutupinya. Mereka menghadap Allah, memohon ampun, bertasih dan bertahmid. Semua itu dipahami sebagai ujian. Karena mereka berpegang teguh terhadap agama Allah.

“Dan mereka menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena meraka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha T erpuji.” (QS. al-Buruj: 8)

Ikhwan menyerahkan orang zalim itu kepada Allah swt. Karena Dia saja yang berkuasa membela agama-Nya. Dia pasti membinasakan yang zalim dan durjana itu. Demikianlah yang dilakukan oleh salafushalih terhadap orang-orang ying menganggu dan menyiksa mereka.

Seorang hamba Allah mengadu kepada salafusalih: “Sesungguhnya si fulan memakimu.” Lalu salafushalih itu hanya menjawab: “Aku harus marah kepada yang mengajarimu (syaitan). Pergilah dari sini. Semoga Allah mengampuni kita bersama.”

Kami salafiyyun, karena kami taat kepada Nabi Muhammad saw. Kami tidak sama dengan orang yang mengatakan, “Kami hanya taat kepada Nabi Muhammad saw. dalam ibadah. Masalah mu’amalat dan hukum terserah situasi, perubahan masa dan tempat yang mempengaruhinya.”

Kami taat kepada Muhammad saw. dalam segenap urusan. Baik urusan dunia maupun agama kami. Allah swt. memerintahkan kami taat kepada Rasul saw. dengan taat mutlak tanpa syarat. Selagi perintah dalam al-Qur’an datang sebagai perintah mutlak maka tidak boleh diikat.

Demikianlah para pakar ilmu ‘ushul. Pandangan merekalah yang lebih utama didengar. Bukan golongan berpendidikan yang mengutamakan akal semata. Taraf mereka lebih rendah dianding taraf ulama ushul yang pakar itu. Ilmu kepahaman, kecerdikan, kekuatan hujjah, ketaqwaan dan keikhlasannya jauh  ketinggalan dari ulama-ulama ushul yang pakar.

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita taat kepada Rasulullah saw. dalam berpuluh-puluh ayat al-Qur’anul Karim.”

“Barangsiapa yang menta’ati Rasul sesungguhnya ia mentaati Allah.” (QS. an-Nisa: 80)

“Apa yang dibawa Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. al-Hasyr: 7)

“Sesungguhnya ada pada diri Ras ulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (QS. al-Ahzab: 21)

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul- Nya.” (QS. an-Nisa: 59)

Katakanlah: “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nyal maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya” (QS. at-Taubah: 24)

Dan masih banyak ayat-ayat yang lain. Dari ayat-ayat di atas jelas akan hak Rasulullah saw. untuk
dita’ati, karena Allah swt. berfirman,

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah
wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS. an-Najm: 3-4)

Bukankah yang demikian itu sikap salafiyyun? Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin, sebagaimana salafiyyun, mereka bermu’amalah, berdagang, berhati-hati, memelihara diri dari bahaya, dan menempuh sebab-sebab sebagai bukti keta’atan kepada perintah Allah swt. Sama sekali bukan karena mereka percaya bahwa sebab-sebab itu yang akan melindungi mereka. Tapi mereka menjadikan sebab-sebab itu sebagai sarana memenuhi hajat mereka.

Seorang salafushalih berkata: “Sesungguhnya cenderung meyakini sebab-sebab adalah syirik dalam tauhid. Sedangkan mengingkari sebab-sebab sebagai sesuatu yang harus dilakukan adalah bukti kekurangan akal. Dan menolak sama sekali sebab-sebab berarti menghujat syari’at.

Tawakkal seorang hamba, do’anya, permintaannya, dan harapannya wajib diarahkan kepada Allah swt semata. Allah membagi untuknya berbagai sebab, di samping do’a kepada-Nya, dan yang lainnya apa yang Dia kehendaki.

Atas dasar inilah Ikhwanul Muslimin berjalan.

Pemahaman fiqh, perdebatan, dan permasalahan ibadah dalam dunia Islam dikuasai oleh tiga aliran. Dan di bawah masing-masing aliran tersebut terdapat berbagai kelompok lagi.

Pertama: Pendukung ilmu kalam. Pemahaman mereka berkisar tentang ada dan tidak ada, perkara yakin dan tidak. Dari pembahasan itu, mereka ingin mencapai tashdiq (yakin) dan ilmu.

Kedua: Ahli tasawwuf. Mereka adalah ahli isyarat, kasyaf, istighrok dan fana. Bahasan mereka berkisar pada cinta, rindu, iradah, dan kehendak. Mereka hidup di alam kepatuhan kepada Allah dan berjalan menurut iradah, sebagaimana yang mereka sangkakan.

Ketiga: Ahli Iman. Mereka termasuk golongan pertengahan di antara dua golongan tersebut. Mereka merangkum antara realitas keyakinannya dengan disertai amal praktis. Menghimpun antara cinta dan kerinduan yang terasa kesannya dalam realitas sikap dengan ruh kecintaan kepada Allah dan rasul- Nya.

“Bila mereka mengakui kebenaran setiap apa yang datang dari Allah dan rasul-Nya, maka pengakuan mereka berdiri di atas kebenaran ilmu yang mereka miliki, lengkap dengan dalil naqli dan aqli. Hasilnya, mereka beramal bertolak dari ilmu. Bukan dari keraguan dan prasangka. Bila mereka mencintai, mereka mencintai lantaran perasaan yang benar dan keterangan nyata, bukan mengikuti hawa nafsu dan penyimpangan.

Pendapat golongan ketiga di atas adalah pendapat salafushalih, dan golongan orang yang mengikuti  langkah mereka hingga masa sekarang. Kenyataannya Ikhwanul Muslimin berada di golongan ini.

Salafushalih ini dengan para pengikutnya, menepis kejernihan agama dari kekeruhan hawa dan kekeliruan pemikiran manusia. Mereka seluruhnya yakin bahwa Allah mengaruniakan akal kepada manusia, tidak lain untuk menghisab hamba-hamba-Nya, sesuai dengan kadar akal mereka.

Mereka menggunakan akal dalam memilih mana yang berguna dan mana yang berbahaya.

Dengan itu, semakin jelaslah jalan da’wah mereka ini. Pada waktu yang sama mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya secara total. Mereka mengutamakan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi segala apa yang mereka cintai. Walau bagaimana kuatnya godaan hawa nafsu.

Mereka tidak memposisikan perintah-perintah Allah di bawah belenggu akal mereka, dalam hal  menerima atau menolaknya. Akan tetapi setiap ungkapan dan tindak tanduk mereka tunduk kepada kalam Allah dan sabda Rasulullah.

Bila ada orang yang menganggap selain itu, silahkan saja. Kelak pemilik suatu pendapat, seluruhnya akan menanggung akibat pendapatnya di hadapan Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Adil. Adapun Ikhwanul Muslimin, mereka tetap salafiyyun.

Manusia setuju ataupun tidak setuju. Mereka tidak menjadikan hal tersebut dalam timbangan mereka. Yang penting bagi mereka adalah ridha Allah kepada mereka dan mereka memperoleh petunjuk ke jalan yang lurus.

Sekiranya setiap kumpulan manusia menghindar dari perdebatan dengan orang lain, dan berusaha terus menerus mencari ridha Allah semata, niscaya hapuslah bencana yang menimpa dunia ini disebabkan setiap orang mempertahankan pendapatnya. Baik yang benar maupun yang salah.

“Jikalau Rabb-mu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia itu ummat yang satu, tetapi mereka  senantiasa berselisih, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabb-mu.” (QS. Hud: 118-119)





Ribuan Tentara AS di Afghan Alami Ganguan Jiwa

29 01 2009

Tidak kurang 300 ribu tentara Amerika Serikat (AS) yang kembali dari Iraq dan Afghanistan, menderita gejala kelainan stres pasca-traumatik atau depresi, dan setengah dari mereka tidak mendapat perawatan, ungkap suatu studi independen, Kamis.

Penelitian oleh RAND Corp. itu juga memperkIraqan bahwa 320 ribu tentara lainnya kemungkinan mengalami cedera otak traumatik saat bertugas.

Para peneliti itu tidak bisa menyebutkan jumlah kasus yang parah atau yang perlu mendapat perawatan.

Studi yang diumumkan sebagai survei berskala besar pertama non-pemerintah untuk masalah tersebut, mendapati bahwa kelainan stres dan depresi terdapat pada 18,5% dari 1,5 juta AS lebih tentara AS yang dikirim ke dua medan perang tersebut.

Angka tersebut kira-kira sama dengan penelitian-penelitian sebelumnya.

Suatu penilaian yang dilakukan pada bulan Februari oleh Angkatan Darat AS memperlihatkan bahwa pada tahun 2007, sebanyak 17,9% pasukan mereka di Iraq dan Afghanistan menderita stres akut, depresi atau kegelisahan. Pada tahun 2006 jumlah tentara yang mengalami gejala tersebut mencapai 19,1%.

Hasil studi setebal 500 halaman dari RAND menyebutkan bahwa hanya setengah dari tentara tersebut mendapatkan perawatan, itupun 50%nya hanya mendapatkan perawatan yang “memadai secara minimal”.

Studi tersebut disusun berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada lebih dari 1.900 tentara angkatan darat, pelaut dan Korps Marinir.

“Ada krisis besar yang dihadapi personel-personel yang sudah membaktikan diri mereka di Iraq dan Afghanistan,” kata Terri Tanielian, peneliti dari RAND yang juga salah satu pemimpin studi tersebut.

“Mereka harus mendapatkan perawatan yang memadai dan efektif untuk masalah-masalah mental tersebut, jika tidak, akan ada akibat jangka panjang bagi mereka maupun bagi bangsa ini.”

Studi itu menyebutkan bahwa banyak personel tidak berusaha mendapatkan perawatan karena khawatir stigma yang diasosiasikan dengan masalah psikologi dapat membahayakan karier mereka.

Kelainan stres pasca-traumatik atau PSTD, dapat disebabkan dari trauma saat berperang, seperti mengalami luka atau menyaksikan orang yang terluka.

Gejalanya antara lain sifat lekas marah atau kemarahan yang meledak, sulit tidur, susah konsentrasi, waspada secara berlebihan dan respon berlebih atas keterkejutan.

RAND menganjurkan agar Pentagon (markas besar angkatan bersenjata AS) membuka jalan bagi para personel untuk mendapatkan perawatan kesehatan mental secara rahasia dan memantau mutu perawatan tersebut.

Kolonel (AD) Loree Sutton, direktur U.S. Defense Center of Excellence for Psychological Health and Traumatic Brain Injury, menyambut baik hasil studi tersebut.

Dia prihatin bahwa ternyata hanya sekitar setengah dari mereka yang mencari perawatan, mendapatkan perawatan “memadai secara minimal”.

Sutton mengatakan dirinya akan memacu militer untuk berusaha lebih keras merekrut tambahan spesialis perawatan kesehatan jiwa.

Angkatan Darat AS akan mempekerjakan 275 profesional kesehatan mental dari kalangan sipil namun rencana itu terkendala oleh ketatnya pasar kerja serta kesulitan mendapatkan sipil yang bersedia bekerja di medan tempur.

RAND, organisasi swasta tersebut, memperkirakan bahwa stres dan depresi pada para tentara yang pulang telah menghabiskan dana US$6,2 miliar selama dua tahun sejak penugasan mereka selesai.

Dana tersebut dihitung berdasarkan hilangnya produktivitas, biaya pengobatan dan risiko bunuh yang lebih tinggi untuk bunuh diri





Sari Kurma

29 01 2009

SARI-KURMA DAN SELAI KURMA AL JAZIRA

Di Seluruh Indonesia

Pertama Di Indonesia

SARI KURMA DAN SELAI KURMA TERBUAT DARI SARI-SARI KURMA PILIHAN YANG BERKWALITAS. DIPROSES SECARA MODERN, TANPA BAHAN KIMIA DAN PENGAWET. ENAK, LEZAT DAN BERKHASIAT BAGI KESEHATAN DAN OBAT BERBAGAI MACAM PENYAKIT.

Kurma kaya akan kandungan phospate, boron, pottasium dan calcium. Kadar besi dalam kurma mengatur pembentukan hoemoglobin pada sel darah merah dan mencegah anemia,terutama pada ibu hamil. Calcium dan phostpate adalah komponen penting untuk mengatur kepadatan tulang pada anak-anak. Kadar energy yang tinggi pada kurma cocok untuk olahragawan dan pekerja berat. Kurma juga mengandung mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Manfaat dan Kegunaan : Efektif Meningkatkan Kadar Trombosit Bagi Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).



TDeskripsi Produk :

Buah kurma dalam AI-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah makanan yang sangat baik yang diandalkan sejak zaman para Nabi dulu. Didalam Al-Qur’an kurma disebut sebanyak 24 kali antara lain dalam surat Maryam ayat 25-26 yaitu ketika maryam akan melahirkan putranya Nabiyulloh ‘Isa’Alaihi Salam. Alloh SWT memerintahkan beliau untuk menggoyangkan pohon kurma yang menjadi sandarannya kemudian beliau diperintahkan makan buah kurma yang jatuh didekatnya, maka sejak saat itu buah kurma merupakan makanan terbaik dan obat yang sangat mujarab bagi ibu hamil dan pasca melahirkan dari zaman kezaman.

Sari Kurma Al Jazira



Selai kurma Al-Jazira



Ibnu Umar meriwayatkan hadits dari Rosululloh SAW ” Ada jenis pohon yang berkahnya seperti berkah seorang muslim, yaitu pohon kurma. Komentar Para Ulama dan Ahli Kedokteran tentang Kurma:

1. DR. JabbarAn-nuaimi dan DRAI-amirAbbas Ja’far,

“Kurma mengandung unsur sejenis pengikat rahim yang dapat membantu mencegah pendarahan seusai melahirkan.” “Kurma merupakan bahan dasar dari obat baru yang dikenal dengan diostolen, zat ini sangat penting untuk mengatasi reumatic dan beberapa jenis penyakit mata.”

2. AI-lmamlbnulQoyyimAI-jauziyyahRohimahulloh,

“Kurma berkhasiat memperkuat lever, memperlancar buang air, menambah libido sex, dan menyembuhkan tenggorokan kering”

3. SyeikhRobi’AI-Qutsaim,

“Para wanita yang bersalin tidak memiliki sesuatu yang lebih baik bagi mereka selain kurma masak.”

4. Amru bin Maimun,

“Kalau seorang wanita kesulitan melahirkan, tidak ada yang lebih baik daripada kurma masak, baik yang basah maupun yang kering.”

KANDUNGAN DALAM 100 GR KURMA



> Kartohidrat 75 gr Asam Folic 5,4 mikrog

> Fiber/serat 2,4 gr Mineral kalium 52 mg

> Protein 2,35 gr Magnesium 50 mg

> Lemak 0,43 gr Tembaga/cofper 2,4 mg

> Vitamin A 90 IU Sulfur 14,7 mg

> Vitamin B1 93 mg Besi 1,2 mg

> Vitamin B2 144 mg Zink 1,2 mg

> Vitmin C 6,1 mg Fosfor 63 mg

> Asam nikonat 2,2 mg Energi 323/100 gr

Melalui penelitian, ternyata kurma berkhasiat antara lain:

Makanan dan minuman terbaik untuk ibu hamil dan pasca melahirkan serta menstabilkan kembali darah dan nutrisi yang sempurna untuk bayi melalui asi ibu yang mengkomsumsi kurma, Mencegah dan mengobati stroke, Mengobati animea, lesu dan letih, Menambah berat badan anak, meningkatkan vitalitas , Memperlancar saluran kencing, Meningkatkan trombosit dalam darah dan mengatasi DBD, Mengatasi reumatik, Mencegah tubuh dari bakteri dan kanker, Memelihara dari kerabunan, Menstabilkan kejiwaan bagi anak dan lansia, Memperlambat penuaan tubuh, Menyehatkan kulit lebih lembut, Membantu pertumbuhan tulang dari kekurangan kalsium, sangat cocok untuk diet, Mengatasi wasir

Solusi Tuntas Pada Ibu Hamil, Melahirkan, Nifas dan Menyusui:

Dalam kurma terdapat hormon yang mirip dengan hormon oksitosin (hormon yang dihasilkan neurohipofisa, bekerja untuk merangsang kontraksi otot polos dinding rahim selama coitus dan melahirkan) yang membantu proses kelahiran. Setelah persalinan. hormon oksitosin juga bermanfaat untuk mengeringkan rahim, meningkatkan kontraksi otot-ototnya yang terajut satu sama lain.

Kurma dalam Membangkitkan sifat kelembutan kaum Pria: Sungguh besar manfaat hormon oksitosin yang diperoleh dari Kurma. Hormon yang sangat bermanfaat ini melunakan hati dan perasaan,menimbulkan sifat kasih-sayang, dan itu muncul secara natural, bukan dibuat-buat.

Peranan Kurma dalam Mengatur Hormon Estrogen:

Telah diketahui adanya unsur lain di dalam kurma yang komposisi dan pungsinya sangat mirip dengan hormon estrogen. Diantara fungsi hormon ini antara lain: Fungsi-fungsi tulang, Payudara, Kulit, Rahim, Hormon FSH yang merangsang kantong buah pelir (scrotum), Memproduksi badan kuning (corpus luteum) LH di dalam ovarium yang menggantung pada ligament besar, Keseimbangan ion-ion dan mineral-mineral di dalam tubuh, Siklusmenstruasi, Distribusilemakdi dalam tubuh, Produksi insulin, Produksi sperma padapria.

Legalitas Produk Al-Jazira

Lembaga Penelitian Obat dan Makanan. (LP.POM MUI): 01121028600108

Hasil Uji Laboratorium Balai Besar Industri Agro (BBIA) dan Dinas Kesehatan Bogor PIRT: No. 213320102242

Daftar Hak Cipta Merk Al-Jazira : D002007020439

Barkode Produk : 8997006480092








Anda berminat jadi agen?

Anda tertarik produk sari kurma?

Anda ingin berbisnis Thibbun Nabawi?

Kami membuka agen di seluruh Indonesia!

SYARAT DAN KENTUAN JADI AGEN

1. Minimal order 2 kardus (jawa) dan 4 kardus (luar jawa) luar jawa

2. Pembayaran dimuka via transfer rekening bank kami

3. Ongkos kirim murah, ditanggung sendiri

4. Menyertakan nama dan alamat lengkap

5. Diberikan brosur dan stiker selama ada persediaan

6. Dibantu promosi lewat iklan di beberapa situs kami

7. Melayani keagenan di seluruh Indonesia

8. Order sesudah transfer tidak dapat dibatalkan

Jaminan 100 % Barang Sampai Diterima

Anda berminat jadi agen?

Anda tertarik produk sari kurma?

Anda ingin berbisnis Thibbun Nabawi?

Kami membuka agen di seluruh Indonesia!

SYARAT DAN KENTUAN JADI AGEN

1. Minimal order 2 kardus (jawa) dan 4 kardus (luar jawa) luar jawa

2. Pembayaran dimuka via transfer rekening bank kami

3. Ongkos kirim murah, ditanggung sendiri

4. Menyertakan nama dan alamat lengkap

5. Diberikan brosur dan stiker selama ada persediaan

6. Dibantu promosi lewat iklan di beberapa situs kami

7. Melayani keagenan di seluruh Indonesia

8. Order sesudah transfer tidak dapat dibatalkan

Jaminan 100 % Barang Sampai Diterima

Sari Kurma Al Jazira

Selai kurma Al-Jazira





Kemasan: Botol plastik

Berat bersih: 330 gr

Berat perdus: 8 kg

Harga agen: Rp. 15.000

Harga konsumen: Rp.25.000

Harga agen perdus: Rp. 360.000

Isi maksimal dalam dus: 24 botol

Kemasan: Botol kaca

Berat bersih: 250 gr

Berat perdus: 7 kg

Harga agen : Rp.12.000

Harga konsumen: Rp.20.000

Harga agen perdus: Rp. Rp.288.000

Isi maksimal dalam dus: 24 botol

Min Order

Discount

Harga jual

Harga agen

Harga perdus

1 s/d 5 kardus

40 %

Rp. 25.000,-

Rp. 15.000,-

Rp. 360.000,-

6 s/d 10 kardus

45 %

Rp. 25.000,-

Rp. 13.750,-

Rp. 330.000,-

11 dus ke atas

50 %

Rp. 25.000,-

Rp. 12.500,-

Rp. 300.000,-

Catatan:

Harga di luar ongkos kirim dan ongkos kirim di tanggung sendiri. Barang kami kirimkan via jasa kirim Dakota dan melayani pengiriman seluruh Indonesia.

Untuk pemesanan dari wilayah jawa minimal 2 kardus dan untuk pemesanan diluar wilayah jawa minimal 30 Kg atau 4 kardus. Pengiriman wilayah jawa antara 4-5 hari dan luar wilayah jawa antara 5-7 hari atau tergantung jarak wilayah pengiriman. Jika wilayah Anda sangat terpencil, maka pengiriman sampai kota besarnya dan Anda menghubungi jasa kirim Dakota terdekat diwilayah Anda setelah kami memberikan Nomor Resi pengiriman.

Barang yang sudah dibayarkan via transfer tidak dapat dibatalkan

Simulasi perhitungan biaya kirim:

Biaya kirim dihitung dari berat dan jarak wilayah pengiriman. Simulasi perhitungan biaya kirim biasanya dihitung 5 kg pertama lebih besar dan kg selanjutnya dihitung murah kecuali biaya kirim keluar wilayah jawa dihitung sama per-kg.

Proses untuk biaya kirim:

Setelah Anda melakukan order, maka kami akan melakukan kroscek biaya kirim sesuai berat dan jarak wilayah pengiriman. Setelah kami mendapatkan informasi besarnya biaya kirim dari jasa kirim Dakota, maka kami akan memberikan konfirmasi kepada Anda untuk melakukan transfer pembayaran berikut besarnya biaya kirim sesuai yang Anda order.



Peluang Untung Besar Menjadi Agen Sari Kurma Di Wilayah Anda

Peluang keuntungan besar bagi agen. Jika anda dapat menjual 5 dus saja dalam sebulan, maka dipastikan keuntungannya seperti table diatas. Bagaimana jika anda mampu menjual lebih dari 20 sampai 50 dus dalam sebulan? Dan jika Anda order diatas 10 kardus tentu discount yang Anda dapatkan sebesar 50%. Keuntungan otomatis akan semakin besar jika penjualan semakin bertambah. Produk sari kurma dan selai kurma ini adalah produk yang langka dan baru pertama kali muncul di Indonesia, jadi anda sangat berpeluang untuk menjual tanpa ada saingan yang berarti. Selain rasanya yang enak dan lezat, sari kurma juga sangat bermanfaat dan berkhasiat untuk kesehatan keluarga. Kurma sangat terkenal sejak jaman Nabi Isa sebagi obat bagi berbagai macam penyakit, sehingga kurma merupakan pengobatan Thibbun Nabawi. Anda bisa menjual selai dan sari kurma secara langsung atau tidak langsung. Anda juga bisa membuat jaringan pemasaran sari kurma diwilayah anda ataupun anda bisa jual lewat teman, kolega, toko, mal, pasar, warung, kantin, apotek, kantoran yang ada di sekitar daerah tempat tinggal anda.

Jika anda berminat untuk menjadi agen selai dan sari kurma al jazira, maka dapat menghubungi kami. Untuk pembayarannya bisa melalui salah satu rekening kami:

KLIK DISINI!

Cara Pemesanan:

Sebelum anda melakukan transfer, anda harus konfirmasi terlebih dahulu kepada kami untuk mengetahui biaya ongkos kirim dan stock barang. Setelah itu, lakukan jumlah pemesanan dan lakukan pembayaran via transfer sejumlah barang yang anda pesan berikut biaya ongkos kirim, pilih salah satu rekening bank yang anda inginkan dan setelah melakukan pembayaran via transfer, maka anda konfirmasikan pembayaran tersebut sesuai contoh sms dibawah ini dan sertakan alamat anda selengkapnya.

Contoh Pemesanan Via SMS:

Setelah anda melakukan transfer ketik:

<3 dus><12:00>

( order, jumlah barang, jumlah uang, nama bank, jam transfer, alamat lengkap )

Kirim ke: 0852 8379 6218

Anda berminat jadi agen?

Anda tertarik produk sari kurma?

Anda ingin berbisnis Thibbun Nabawi?

Kami buka agen sari kurma di seluruh Indonesia!

Peluang Untung Besar Menjadi Agen Sari Kurma Di Seluruh Wilayah Indonesia.


Jika anda berminat untuk menjadi agen selai dan sari kurma al jazira, maka dapat menghubungi kami via email: sari_kurma_aljazira@yahoo.co.id





Metode pengobatan penyakit hati

26 01 2009

Memberikan obat  yang tepat bagi penyakit hati hanya dapat dilakukan para nabi dan Rasul Allah, sebab solusinya hanya hanya ada ditangan mereka.

Hati hanya akan menjadi baik jika mengenal tuhan dan penciptanya, Asma’ dan sifat -Nya, dan perbuatan serta hukum yang ditetapkannya. Tidak akan tercapai kesehatan  atau kebnahagian hati melalui jalan lain selain petunjuk dari para Rasul.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.